PENGARUH KEMISKINAN TEHADAP
MASALAH SOSIAL DI INDONESIA

Di Susun Oleh :
Nama : Karta Yulis
Npm : 12110901
Kelas : SI-M12110901
Matkul : Ilmu Alamiah dasar
Dosen Pembimbing : HK.Siburian,SH,MH

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
DAN KOMPUTER (STMIK) BUDI DARMA
TA : 2014/2015
Puji dan
syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis
dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Adapun
judul dari makalah
ini adalah “Pengaruh Kemiskinan Terhadap
Masalah Sosial Di Indonesia”
yang merupakan salah satu tugas dalam mengikuti Mata
kuliah Ilmu Alamiah Dasar, STMIK
BUDIDARMA, Medan.
Dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
Bapak HK.Siburian,SH,MH,
selaku dosen Mata
kuliah Ilmu Alamia Dasar yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah
ini. sehingga mudah dipaham dan dapat
sebagai sumber bacaan.penulis berharap mudah-mudahan makalah ini dapat
menambah wawasan bagi penulis sendiri dan para pembaca.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis
mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, 24 November 2014
Karta
Yulis
I
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR………………………………………………………………….I
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………………II
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………..1
1.
Latar
Belakang........................................................................................................1
2.
Rumusan
Masalah...................................................................................................1
3.
Tujuan......................................................................................................................1
BAB
II ISI.........................................................................................................................2
1.
Pengertian
Kemiskinan...........................................................................................2
2.
Pengertian
Masalah
Sosial......................................................................................3
3.
Pengaruh
Kemiskinan Terhadap Masalah Sosial....................................................4
4.
Masalah
Sosial Yang Timbul Akibat
Kemiskinan..................................................4
5.
Penyelesaian
Dari Masalah
Sosial...........................................................................5
BAB
III ANALISA..........................................................................................................10
1. Dari Sisi Agama
Islam.....................................................................................10
2. Dari Sisi Pancasila............................................................................................11
DAFTAR
PUSTAKA.....................................................................................................12
II
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Permasalahan
kemiskinan merupakan permasalahan yang seringkali ditemukan dibeberapa Negara
yang sedang proses berkembang seperti Indonesia. Sebagai masalah yang menjadi
isu global disetiap negara berkembang. Wacana kemiskinan dan pemberantasannya
haruslah menjadi agenda wajib bagi para pemerintah dan pemimpin Negara. Peran
serta pekerja sosial dalam menangani permasalahan kemiskinan sangat diperlukan,
terlebih dalam memberikan masukkan (input) dan melakukan perencanaan strategis
(strategic planning) tentang apa yang akan menjadi suatu kebijakan dari
pemerintah.
2. Rumusan
Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan
kemiskian?
2. Apakah yang dimaksud dengan masalah
sosial?
3. Bagaimanakah pengaruh kemiskinan
masalah masalah sosial?
4. Apa sajakah masalah sosial yang
timbul akibat kemiskinan?
5. Bagaimanakah penyelesaian dari
masalah sosial tersebut?
3. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud
kemiskinan.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud
masalah sosial.
3. Untuk mengetahui pengaruh kemiskinan
terhadap masalah sosial.
4. Untuk mengetahui maslah sosial yang
timbul akibat keiskinan.
5. Untuk mengetahui penyelesaian dari
masalah sosial.
BAB II
ISI
1. Pengertian
Kemiskinan
kemiskinan
adalah suatu keadaan ketika seorang tidak sanngup memenuhi kebutuhanya sendiri
sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga
mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.Dengan berkembangnya perdagangan
keseluruh dunia dan di tetapkannya taraf kehidupan tertentu sebagai suatu
kebiasaan masyarakat, kemiskinan muncul sebagai salah satu masalah sosial.
Pada
masyarakat yang susunan dan organisasinya bersahaja, kemiskinan mungkin tidak menjadi
masalah sosial karena mereka menganggap bahwa semuanya telah di
takdirkan.kemiskinan menjadi sebuah masalah sosial ketika mereka sadar bahwa
mereka telah gagal untuk memperoleh lebih dari pada apa yang telah dimilikinya
dan perasaan akan adanya ketidak adilan.
Dalam
masyarakat modern, kemiskinan dilihat sebagai suatu keadaan di mana seseorang
tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi standar kehidupan yang ada di
lingkungan.contoh, sebuah keluarga tidak memiliki televisi, motor, sementara
tetangga-tetangga lain memiliki harta-harta tersebut.inilah yang menyebabkan
kemiskinan menjadi masalah sosial. Sebab-sebab timbulnya kemiskinana tersebut
adalah karena lembaga kemasyarakatan di bidang ekonomi tidak berfungsi dengan
baik.
Penyebab-penyebab
terjadinya kemiskinan:
1. Peran serta organisasi internasional
seperti Bank Dunia dan IMF dalam menghancurkan kekayaan negara-negara debitor
(pengutang) melalui solusi keji
yang diberikan kepada negara-negara tersebut yang bertujuan memperlemah dan
memperalat negara kecil.
2. Buruk dan rusaknya administrasi yang
dikendalikan oleh nepotisme.
Pengaruh dan dominasi perusahaan-perusahaan
besar terhadap perekonomian global. Dominasi para penguasa dan para pengusaha
terhadap sumber daya negeri.
3. Kemiskinan menyebar luas secara
mencolok sejak berlangsungnya kebangkitan industri dan meluasnya penggunaan alat dalam produksi industri dan pertanian.
4. Burukya distribusi kekayaan, bahkan
tidak ada sistem pendistribusian kekayaan. sekitar lima milyar orang penduduk
dunia hidup dengan kurang dari dua dolar
per hari,
5. Kerusakaan
finansial dan
administratif serta buruknya pengelolaan perusahaan-perusahaan oleh para
pelaksana.
6. Rusaknya
sistem ekonomi kapitalis yang
diterapkan negara-negara di seluruh dunia saat ini.
7. krisis
ekonomi kontemporer yang
muncul akibat naiknya harga minyak, disusul menurunnya nilai dolar dan kenaikan
harga-harga komoditi dan bahan kebutuhan, khususnya bahan pangan.
8. Berbagai
peperangan dan pertarungan internasional yang dilakukan oleh beberapa negara yang mengklaim
menyerukan kebebasan, menjaga hak asasi manusia, persamaan wanita, dan
perlindungan anak-anak, menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan.
9. Di antara yang menyebabkan makin
parahnya kondisi perekonomian di beberapa negara adalah terjadinya gempa, banjir dan tanah longsor seperti yang terjadi di
Indonesia,
10. Jumlah tawanan dan orang-orang yang ditangkapi di Palestina sendiri
mencapai 14.000 orang. Di Inggris jumlah narapidana sebanyak 80.000 orang. Hal
itu mengakibatkan hilangnya orang yang menanggung keluarga mereka dan yang
mengurusi mereka yang akhirnya menyebabkan kemiskinan,
2. Pengertian
Masalah sosial
Masalah
Sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan
antara unsur-unsur yang ada dapat menmbulkan gangguan hubungan seperti
kegoyahan dalam kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat
terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita
yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial
dan bencana alam.
Masalah
sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis factor, yakni :
1. Faktor ekonomi :Kemiskinan,
pengangguran, Kriminalitas
2. Faktor Budaya:Perceraian, kenakalan
remaja
3. Faktor Biologis:Penyakit menular,
keracunan makanan
4. Faktor Psikologis:Penyakit Syaraf,
aliran sesat.
Masalah
sosial di Indonesia terjadi seperti lingkaran setan, Pemerintah telah membuat
peraturantentangakan memberi denda pada orang yang bersedekah pada pengemis,
dan pemerintah juga sibuk dengan kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dibuat
yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi di Indonesia seperti PNPM
Mandiri, Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Masalah
sosial yang sangat terasa di saat sekarang ini adalah realita kemiskinan yang
dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan
merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk
diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih
banyak kita temui permukiman masyarakat miskin hampir di setiap sudut
kota.Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai pemukiman masayarakat miskin
tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota
yang mesti disingkirkan.
3. Pengaruh
kemiskinan terhadap masalah sosial
Kemiskinan menjadi masalah sosial
karena ketika kemiskinan mulai merabah atau bertambah banyak maka angka
kriminalitas yang ada akan meningkat. Pusaran arus besar pemikiran sekitar kita
saat ini menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal penyebab masalah sosial dan
ekonomi. Bersumber konstruksi ini, penanganan pengurangan orang miskin
berpotensi bersilang jalan. Pada satu kutub kemiskinan diatasi lewat
pemberdayaan-mengasumsikan potensi inheren orang miskin.
Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalm masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas. Sehingga adanya kejanggalan dalam interaksi antara orang yang berada di tingkatan yang dibwah dan di atasnya.
Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalm masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas. Sehingga adanya kejanggalan dalam interaksi antara orang yang berada di tingkatan yang dibwah dan di atasnya.
4. Masalah
sosial yang timbul akibat kemiskinan
Kemiskinan
menimbulkan munculnya masalah-masalah lain seperti urbanisasi, pencurian,
penyakit, kebodohan, bunuh diri, pembunuhan, gelandangan dan pengemis,
penyerangan terhadap harta pribadi dan harta umum. Juga makin maraknya suap,
bertambahnya angka kriminalitas dan pengangguran, munculnya kelompok-kelompok
bersenjata dan bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Semua itu merupakan bencana
sosial yang berbahaya.
1. Kebodohan
Tentunya
kamu paham yang dimaksud dengan kebodohan. Maukah kamu disebut anak yang bodoh?
Apa akibatnya kalau kita bodoh apalagi kalau tidak bisa membaca? Salah satu
akibat bila kita bodoh adalah mudah diperalat orang lain. Kita juga akan sulit
meraih cita-cita yang tinggi. Kebodohan terjadi karena tidak memiliki
pendidikan atau pendidikannya rendah.
Di negara kita ternyata masih banyak orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Orang yang mampu beruntung bisa menikmati bangku sekolah dengan mudah. Sekolahnya mudah dijangkau dan fasilitasnya lengkap. Orang yang terbelakang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya. Mereka bahkan harus bekerja membantu orang tuanya agar tetap bisa makan. Ada pula yang kesulitan untuk bisa sekolah karena tempatnya yang jauh dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Itupun sekolahnya juga masih sangat sederhana. Fasilitasnya juga masih sangat terbatas.
Di negara kita ternyata masih banyak orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Orang yang mampu beruntung bisa menikmati bangku sekolah dengan mudah. Sekolahnya mudah dijangkau dan fasilitasnya lengkap. Orang yang terbelakang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya. Mereka bahkan harus bekerja membantu orang tuanya agar tetap bisa makan. Ada pula yang kesulitan untuk bisa sekolah karena tempatnya yang jauh dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Itupun sekolahnya juga masih sangat sederhana. Fasilitasnya juga masih sangat terbatas.
2. Pengangguran
Pengangguran
adalah orang dewasa yang tidak bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan.
Jumlah pengangguran semakin banyak karena jumlah lulusan sekolah lebih banyak
dari pada jumlah lapangan pekerjaan. Selain itu para pengusaha dihadapkan pada
persoalan kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak yang mahal. Hal
itu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup dan bangkrut, atau setidaknya
mengurangi jumlah karyawannya. Kita bisa membayangkan jika orang tua tidak lagi
bekerja dan tidak punya penghasilan. Apa yang akan terjadi. Tentunya keluarga
akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup baik makan, pakaian, biaya sekolah
serta kebutuhan yang lainnya. Itulah sebabnya pengangguran dapat menimbulkan
permasalahan sosial lainnya. Seperti kejahatan,
perjudian, kelaparan, kurang gizi bahkan meningkatnya angka bunuh diri.
Kejahatan
sering disebut sebagai tindak kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum.
Kemiskinan dapat menyebabkan tindak kejahatan. Jika tidak dilandasi keimanan
dan akal sehat, penganggur mengambil jalan pintas untuk mengatasi
kemiskinannya. Banyak cara keliru yang dijalani misalnya melakukan judi,
penipuan, pencurian, pencopetan, perampokan hingga pada pembunuhan. Yang stress
dan tidak kuat bisa kemudian minum-minuman keras atau memakai narkoba.
Pertikaian bisa disebabkan banyak hal,
antara lain karena salah paham, emosi yang tidak terkendali atau karena
memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan dapat berupa suatu prinsip,
seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di dalam suatu keluarga
atau di masyarakat. Pertikaian yang tidak segera diselesaikan bisa berakibat
fatal. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Masyarakat yang
didalamnya terdapat pertikaian atau konflik menyebabkan suasana tidak aman dan
nyaman. Pertikaian yang terjadi di keluarga juga dapat menyebabkan suasana
tidak tenang dan tenteram.
Setelah
kita cermati, berbagai masalah sosial yang ada, ternyata banyak yang saling
berkaitan. Masalah sosial yang satu menjadi penyebab munculnya masalah sosial lainnya.
Bahkan ada yang saling timbal balik. Misalnya orang bisa bodoh karena tidak
punya biaya atau miskin. Dan orang yang miskin juga bisa karena bodoh. Biasanya
penyandang masalah sosial tidak hanya memiliki satu masalah. Masalah sosial
dapat membentuk lingkaran masalah yang rumit sehingga juga sulit dipecahkan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut ini.
5. Penyelesaian
dari Masalah Sosial
Penanganan
kemiskinan dapat dikategorikan ke dalam beberapa strategi, diantaranya :
1. Strategi kedaruratan. Misalnya,
bantuan uang, barang dan tenaga bagi korban bencana alam.
2. Strategi kesementaraan atau
residual. Misalnya, bantuan stimulant untuk usaha-usaha ekonomis produktif.
3. Strategi pemberdayaan. Misalnya,
program pelatihan dan pembinaan keluarga muda mandiri, pembinaan partisipasi
sosial masyarakat, pembinaan anak dan remaja.
4. Strategi “penanganan bagian yang
hilang”. Strategi yang oleh Caroline Moser disebut sebagai “the missing
piece strategy” ini meliputi program-program yang dianggap dapat memutuskan
rantai kemiskinan melalui penanganan salah satu aspek kunci kemiskinan yang
kalau “disentuh” akan membawa dampak pada aspek-aspek lainnya. Misalnya,
pemberian kredit, program KUBE (kelompok usaha bersama)
Mengatasi
masalah sosial bukanlah perkara yang mudah. Pemerintah selalu berusaha
mengatasi berbagai masalah sosial dengan melibatkan peran serta tokoh
masyarakat, pengusaha, pemuka agama, tetua adat, lembaga-lembaga sosial dan
lain-lainya. Kamu pun sebenarnya dapat berperan serta dalam mengatasi masalah
sosial tersebut. Tentu saja sesuai dengan kemampuanmu masing-masing. Berikut
ini beberapa contoh upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi
permasalahan sosial:
Kartu
Askes (Asuransi Kesehatan) diberikan kepada keluarga miskin. Kartu Askes kadang
disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes.
keluarga miskin dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan
atau gratis.
Raskin
merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan
harga yang sangat murah. Dengan raskin diharapkan masyarakat yang termasuk
keluarga miskin dapat memenuhi kebutuhan pangannya.
BOS
diberikan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat
SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. Sekarang juga sudah
dilakukan program BOS buku. Yakni program penyediaan buku pelajaran bagi siswa
sekolah. Dengan BOS buku diharapkan orang tua tidak lagi dibebani biaya membeli
buku pelajaran untuk anaknya yang sekolah.
Sekolah
terbuka merupakan sekolah yang waktu belajarnya tidak terlalu padat dan
terikat. Sekolah terbuka diperuntukkan bagai siswa yang kurang mampu. Dengan
sekolah terbuka siswanya dapat sekolah meskipun sudah bekerja.
Pendidikan
luar sekolah biasanya berupa kursus-kursus seperti menjahit, perbengkelan
ataupun komputer. Pemerintah mengadakan program
pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.
pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.
BTL
diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan. BTL merupakan
dana kompensasi/pengganti kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM).
Minyak (BBM).
Bantuan modal usaha diberikan kepada
masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau memulai suatu usaha. Biasanya
untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha ini adalah dalam rangka
mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Selain berbagai bantuan dari
pemerintah, ada juga pihak-pihak lain yang juga turut membantu mengatasi
masalah sosial, antara lain:
1. Menjadi orang tua asuh bagi anak
sekolah yang kurang mampu.
2. Para tokoh agama memberikan
penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi masalah sosial.
3. Para pengusaha dan lembaga-lembaga
sosial kemasyarakatan lain memberikan bantuan, beasiswa, modal usaha,
penyuluhan, dan pendidikan.
4. Lembaga-lembaga dari PBB seperti
UNESCO, UNICEF dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk
mengatasi masalah sosial.
5. Organisasi pemuda seperti karang
taruna dan remaja masjid mendidik dan mengarahkan para pemuda putus sekolah
untuk berkarya. Sehingga ikut mengatasi masalah pengangguran.
6. Perguruan tinggi melakukan
pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan berbagai penyuluhan, bakti
sosial ataupun melatih keterampilan.
BAB
III
ANALISA
1.
Dari sisi agama Islam
Adapun
apa solusi itu, maka Islam memandang kemiskinan dengan pandangan yang khusus
dan menyelesaikannya dengan jalan berikut:
1. Islam menilai pribadi yang miskin
adalah pribadi yang membutuhkan lagi lemah kondisinya tetapi ia tidak meminta.
Sedangkan sistem kapitalisme menjadikan kemiskinan sebagai sesuatu yang
bersifat relatif dan bukan sebutan untuk sesuatu tertentu yang baku dan tidak
berubah. Sistem kapitalisme menilai kemiskinan sebagai ketidakmampuan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan barang dan jasa. Mereka memandang kebutuhan itu
berbeda-beda dari satu negeri ke negeri lainnya. Mereka memandang bahwa masalah
kemiskinan adalah masalah kelangkaan barang dan jasa dibandingkan kebutuhan
yang selalu bertambah. Inilah yang oleh sistem kapitalisme disebut sebagai
kelangkaan relatif yang menurut pandangan mereka dianggap sebagai masalah
perekonomian yang mendasar.
2. Islam memandang kemiskinan adalah
tidak adanya kemampuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok secara menyeluruh.
Syara’ menentukan kebutuhan pokok itu adalah tiga, yaoti kebutuhan pangan,
sandang, dan papan. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lainnya dinilai sebagai
kebutuhan sekunder (pelengkap).
Islam menetapkan pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan pokok dan penyediaan bagi orang yang tidak mendapatkannya
sebagai kewajiban. Jika individu bisa menyediakan sendiri maka dipenuhi dengan
cara itu. Jika individu tidak bisa menyediakannya karena tidak memiliki harta
yang cukup atau karena tidak mampu memperoleh harta yang mencukupi, maka syara’
mewajibkan kepada individu lain untuk membantunya, sehingga tersedia baginya
apa yang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok itu. Perealisasian hal itu
melalui jalan berikut:
·
Islam menetapkan nafkahnya menjadi
kewajiban karib kerabat yang berkemampuan untuk melakukan hal itu.
·
Kemudian pada kondisi ia tidak
memiliki kerabat atau ia memiliki kerabat yang tidak mampu membantunya, maka
nafkahnya menjadi kewajiban Baitul Mal kaum Muslim dari pos zakat.
Jika di Baitul Mal tidak terdapat
harta, maka negara wajib menetapkan pajak terhadap harta orang-orang kaya dan
memungutnya untuk dibelanjakan pada waktunya kepada orang-orang fakir dan
orang-orang miskin.
Sedangkan kebutuhan sekunder
(pelengkap) maka oang yang mampu harus memenuhinya untuk dirinya sendiri dan
orang yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan kemampuannya. Hal itu
sebagaimana wajib bagi negara bekerja untuk memenuhinya bagi orang-orang yang
membutuhkan sesuai dengan kemampuannya secara makruf.
3. Islam mewajibkan negara untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum rakyat seluruhnya. Kebutuhan-kebutuhan umum
rakyat itu adalah keamanan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, dengan
semaksimal mungkin secara gratis.
2. Dari
sisi Pancasila
Tanggung jawab pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya.
melalui amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang dilahirkan MPR tahun
1999-2004, yang dicantumkan minimal 20 % anggaran pendidikan
anak-anak miskin dan terlantar dipelihara negara atau
mendapatkan jaminan hidup dari pemerintah, namun itu sampai sekarang belum
terwujud. Jadi, jika pemerintah mengurus kemiskinan dan anak-anak terlantar di
seluruh Indonesia, maka akan kehabisan devisa atau anggaran negara. Pasti tidak
akan cukup. Meski begitu, tetap saja pemerintah harus memerhatikan dan bekerja
keras mengurus dan mencarikan solusi yang terbaik untuk orang-orang miskin dan
anak-anak terlantar agar sejahtera. Sehingga, dari tahun ke tahun orang-orang
miskin atau anak-anak terlantar itu jumlahnya nya kepada kaum miskin berkuang
untuk itu di butuhkan peran aktif dari masyarakat, untuk
lebih peduli tehadap masalah kemiskinan, andai saja setiap keluarga kaya di
negeri ini mau menyumbangkan sebagian hartanya kepada 5 keuarga miskin niscaya
negeri ini akan lebih sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
Agusta, Ivanovich. 2008. Kemiskinan sebagai Akibat (Poverty as
a Result in Indonesia), (Online), (http://iagusta.blogspot.com/2008/04/kemiskinan- sebagai-akibat.html)
Tamatamba. 2009. Kemiskinan
Masyarakat Indonesia. (Online), (http://tamatamba.blog.friendster.com/2009/03/tema-masalah-sosial-judul- kemiskinan-masyarakat-indonesia/)
Adjee. 2007. Kebijakan Sosial dalam
Menanggulagi masalah kemiskinan. (Online),
(http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial- dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/)
Triandi. 2009. Kemiskinan Termasuk Salah Satu Masalah Sosial. (Online), (http://triandi.ngeblogs.com/2009/09/15/kemiskinan-termasuk-salah-satu- masalah-sosial/)
Sa’id,
Muhammad. 2009. Masalah Kemiskinan di
Dunia dan Peran Krisis Finansial Global
dalam memperparah masalah. (Online), (http://hizbut- tahrir.or.id/2009/03/28/masalah-kemiskinan-di-dunia-dan-peran-krisis- finansial-global-dalam-memperparah-masalah/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar